cara membaca candlestick

Sudah Bisa Membaca Candlestick?, Simak Caranya Berikut Ini

Swakarta.com – Bagi kamu yang ingin terjun ke dalam dunia trading, pastinya kamu sudah mengenal chart atau grafik yang menyajikan informasi tentang harga. Apa pun jenis platform trading yang kamu gunakan, pergerakan harga akan selalu ditampilkan dalam bentuk naik atau turun pada grafik. Dan kamu pastinya harus memahami bagaimana cara membaca candlestick ketika kamu melakukan trading.

Di dalam trading sebenarnya terdapat berbagai jenis grafik yang bisa diandalkan oleh para trader. Masing-masingnya memiliki karakteristik dan juga keunggulannya sendiri. Salah satu grafik favorit yang digunakan oleh para trader yaitu Candlestick.

Cara Membaca Candlestick dengan Mudah dan Juga Akurat

Asumsikan saja dinamika pada harga terjadi akibat pertempuran antara penjual dengan pembeli. Di setiap elemen lilin akan menunjukkan pihak mana yang lebih unggul, siapa yang akan mengalah, siapa yang akan memegang kendali, dan pihak yang mana yang memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan pertempuran yang selanjutnya.

Lalu, bagaimana caranya untuk membaca Candlestick dengan lebih simpel dan juga akurat. Lakukan analisis pada 4 elemen berikut ini :

1. Ukuran badan

Melalui ukuran badan dari grafik Candlestick, kamu bisa mendapatkan sebuah informasi tentang kekuatan dari masing-masing pihak. Jika badannya memanjang, maka berarti momentumnya sedang mengalami penguatan. Namun, jika badannya mengecil, maka momentum juga akan semakin pelan.

✅ BACA JUGA:   Cara Check In Online Citilink Dengan Mudah Dan Praktis

2. Panjang sumbu

Panjang sumbu atau kita kenal dengan nama ekor Candlestick berkaitan juga dengan volatilitas harga. Sumbu panjang memberikan tanda bahwa harga yang bergerak sedang cepat selama durasi Candlestick, tetapi mendapat penolakan akibat adanya perlawanan.

3. Rasio antara panjang badan dan sumbu

Perhatikan pada rasio ukuran badan dan juga sumbu. Ketika pasar sedang mengalami tren dengan momentum yang tinggi, kamu akan sering menemukan Candlestick dengan ukuran yang panjang akan tetapi dengan sumbu yang lebih kecil.

Namun ketika kondisi pasar sedang tidak pasti, maka volatilitas juga semakin meningkat. Di sini, badan pada Candlestick juga akan semakin mengecil, akan tetapi sumbunya menjadi lebih panjang.

4. Posisi badan Candlestick

Jika kamu mendapatkan kondisi batang lilin dengan sumbu yang panjang dan posisi badan yang berada pada salah satu ujungnya, berarti mengindikasikan adanya perlawanan. Sementara itu, jika posisi batang lilin yang berada pada posisi tengah sumbu bawah dan juga sumbu atas menunjukkan adanya ketidakpastian yang terjadi di pasar.

✅ BACA JUGA:   Mau Jualan Ice Cream AICE? Simak Caranya Berikut ini

kamu bisa saja membaca referensi tentang macam-macam dari pola Candlestick. Akan tetapi, wawasan terhadap elemennya tetap harus kamu prioritaskan. Jika kamu mengenal dari masing-masing elemen dengan baik, maka kamu akan bisa menguasai dari cara membaca Candlestick yang lebih simpel dan juga akurat.

Semoga informasi yang dibagikan bermanfaat untuk kamu dan bisa membantu kamu ketika melakukan trading dan bisa mendapatkan keuntungan.

Lihat Juga: