menghitung harga wajar saham

Cara Menghitung Harga Wajar Saham! Simak Berikut Ini

Swakarta.com – Menghitung dari harga wajar saham adalah kemampuan yang harus kamu miliki jika kamu adalah seorang investor, untuk mengetahui berapa nilai yang pantas dari sebuah saham. Manfaat dari mengetahui apakah sebuah saham murah ataupun mahal adalah untuk memudahkan kamu dalam menganalisis valuasi terhadap perusahaan mana yang baik untuk kamu lakukan investasi.

Cara Menghitung Harga Wajar Saham dengan Rasio Keuangan

Earnings Per Share

Earnings Per Share (EPS) adalah pendapatan bersih dari perusahaan dalam setahun setelah dikurangi saham preferen kemudian dibagi dengan jumlah saham yang beredar, atau singkatnya disebut dengan istilah laba per lembar saham.

Dengan kata lain, EPS merupakan rasio untuk mengetahui jumlah laba bersih yang didapat pada setiap lembar saham yang beredar. Jadi semakin tinggi pendapatan pada sebuah perusahaan, maka nilai EPS nya juga akan semakin membesar.

Dari perhitungan EPS kita bisa mengetahui bagaimana prospek pendapatan dari perusahaan dari tahun ke tahunnya. Sebagai ilustrasinya, misalkan diketahui pada sebuah Perusahaan A memiliki saham yang mempunyai nilai EPS Rp. 850, maka dari saham tersebut kamu bisa menghasilkan laba sebesar Rp. 850 pada setiap lembar sahamnya.

✅ BACA JUGA:   Cara Mendaftar Mitra Maxim Food! Simak Caranya

Price Book Value

PBV atau Price to Book Value merupakan sebuah rasio harga saham yang terhadap pada nilai buku (nilai aset dalam pembukuan) dari perusahaan. Nilai buku yang diperoleh dari Aktiva sampai Kewajiban.

Misalnya sebuah perusahaan A memiliki total aset ataupun aktiva yang bernilai 135.000.000, kemudian total dari kewajiban sebesar 50.000.000, jadi sisa kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yaitu 85.000.000. Jika suatu saat perusahaan A tersebut dijual, maka sisa dari kekayaan tersebut yang kemudian akan dibagikan kepada seluruh pemegang saham.

Umumnya hasil dari perhitungan yang menunjukkan bahwa suatu emiten juga memiliki nilai PBV lebih dari 1, maka harga dari suatu saham dinyatakan mahal ataupun overvalued. Sebaliknya, jika nilai PBV kurang dari 1, maka harga dari saham termasuk murah ataupun undervalued.

✅ BACA JUGA:   Sudah Tau Cara Cek Saldo Bank Mandiri?, Simak Berikut Ini

Price to Earnings Ratio

Cara menghitung harga wajar sebuah saham bisa menggunakan Price to Earnings Ratio (PER). Analisis teknikal PER juga direkomendasikan untuk kamu para investor pemula yang melihat suatu saham apakah layak kamu beli atau tidak.

Apa itu PER? PER merupakan sebuah rasio untuk menilai dari emiten yang berdasarkan harga saham terhadap laba bersihnya atau Earning Per Share (EPS).

Seperti pada perhitungan PBV, untuk mencari harga wajar dari saham, kamu bisa menggunakan PER sebaiknya dengan membandingkan PER pada industri yang sejenis. Jika diketahui nilai PER perusahaan tidak jauh berbeda pada perusahaan sejenis, maka harga saham bisa kamu anggap wajar.

Rumus PER adalah:

  • Price To Earnings Ratio (PER) = Harga Saham / Laba Per Saham (EPS)

Jika Nilai PER pada perusahaan lebih besar dari rata-rata perusahaan yang sejenis, maka harga saham bisa dianggap mahal dan juga begitu sebaliknya semakin kecil nilai PER perusahaan dibandingkan yang lain, maka harga dari saham dianggap murah.

✅ BACA JUGA:   Cara Membaca Chart Saham! Investor Wajib Baca

ROE (Return On Equity)

Valuasi ROE berfungsi untuk mengukur dari kemampuan yang ada pada suatu perusahaan dalam menghasilkan laba dari investasi yang disetorkan oleh para pemilik saham.

Jadi jika semakin besar dari nilai ROE maka menunjukkan bahwa perusahaan tersebut bisa mengelola modal dengan baik dan juga menghasilkan laba yang besar.

Rumus ROE adalah:

  • Return On Equity (ROE) = Laba Bersih Setelah Pajak / Total Ekuitas

Contohnya:

Sebuah Perusahaan A memiliki modal dari para pemegang saham biasa sebesar Rp. 500.000.000 dan juga bisa menghasilkan laba bersih yaitu Rp.300.000.000. Maka ROE nya adalah sebagai berikut :

  • Rp. 300.000.000 / Rp. 500.000.000 = 0.6 atau 60% ROE.

Maka rasio dari pengembalian modal pada Perusahaan A adalah sebesar 60%.